Rabu, 27 Januari 2016

Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian

Adanya suatu sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur, dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan.
Salah satu sistem yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan adalah sistem akuntansi gaji. Untuk mengatasi adanya kesalahan dan penyimpangan dalam perhitungan dan pembayaran gaji maka perlu dibuat suatu sistem akuntansi penggajian dan pengupahan. Sistem akuntansi gaji juga dirancang oleh perusahaan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai gaji karyawan sehingga mudah dipahami dan mudah digunakan.
Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian
Beberapa definisi atau pengertian sistem akuntansi penggajian dikemukakan para ahli seperti :
  1. Menurut Neunar (1997: 210)  Sistem akuntansi gaji untuk kebanyakan perusahaan adalah suatu sistem dari prosedur dan catatan-catatan yang memberikan kemungkinan untuk menentukan dengan cepat dan tepat berapa jumlah pendapatan kotor setiap pegawai, berapa jumlah yang harus dikurangi dan pendapatan untuk berbagai pajak dan potongan lainnya dan berapa saldo yang harus diberikan kepada karyawan.
  2. Pengertian lain dikemukakan Zaki Baridwan (1999: 102) adalah suatu kerangka dari prosedur yang saling berhubungan sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan kegiatan dan fungsi utama perusahaan.
  3. Sementara menurut Mulyadi (2003: 17) adalah seperti berikut:Sistem akuntansi gaji dirancang untuk menangani transaksi perhitungan gaji karyawan dan pembayarannya, perancangan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan ini harus dapat menjamin validitas, otorisasi kelengkapan, klasifikasi penilaian, ketepatan waktu dan ketepatan posting serta ikhtisar dari setiap transaksi penggajian dan pengupahan.
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi penggajian merupakan rangkaian prosedur perhitungan dan pembayaran gaji secara menyeluruh bagi karyawan secara efisien dan efektif. Tentunya dengan sistem akuntansi gaji yang baik perusahaan akan mampu memotivasi semangat kerja karyawan yang kurang produktif dan mempertahankan karyawannya yang produktif, sehingga tujuan perusahaan untuk mencari laba tercapai dengan produktifitas kerja karyawan yang tinggi.

Cara Orang Awam Belajar Dasar Akuntansi


Kali ini, gw mau sharing tentang sesuatu yang, gw susaaaah banget buat memahami. Padahal, cuma pengen sekedar tahu, tapi kok gak ngerti-ngerti juga. Hingga akhirnya, ada secercah cahaya (halah) yang membuat gw sedikit ngerti, tentang hal paling dasar dari AKUNTANSI.
Nah, biar yang sedikit tadi gak langsung menguap, buru-buru deh gw tulis disini.
Tolong dicatat yah!
Gw bukan orang yang tahu banyak tentang Akuntansi, dan bukan pula orang yang pernah sekolah akuntansi. Makanya judulnya gw buat: Cara Orang Awam Belajar Dasar Akuntansi.
Persiapan pertama:
Menurut gw, cara paling gampang belajar akuntansi itu pake contoh dan praktek. Karena, gw udah coba baca buku yang tebal minta ampun sekalipun, gw tetap aja kagak ngerti (bisa juga karena otak gw yg emang lelet sih hehe). Dan contoh yang paling gampang itu, adalah akuntansi untuk sebuah usaha kecil aja. Gimana? Setuju kan?
Dan biar kita sehati, dan gelombang otak kita sinkron serta mempermudah telepati kita, sebaiknya kita tentukan nama contoh usaha kita. Hmm.. Kita kasih nama aja.. CV. SENYUM! Dan bidang usaha kita adalah Reparasi Televisi. Deal??? Pokoknya harus setuju..
.
Persiapan Kedua:
Mau gak mau, kita mesti belajar rumus!
Tenang, rumusnya sederhana banget kok. Gak perlu kalkulus atau statistik. Rumusnya adalah:
Aset = Hutang + Modal
Nah.. gampang kan?
.
Apa itu Aset (Asset)?
Aset itu.. Gampangnya kekayaan yang dimiliki oleh usaha kita. Mau berupa duit dilaci, duit dilemari besi, tabungan, surat berharga, tanah, rumah dan lain sebagainya, pokoknya kekayaan yang memang dikelola oleh usaha kita.
Apakah kekayaan itu dari Hutang atau modal, itu gak masalah.
Lucu juga ya.. Gimana kalo ada perusahaan aset-nya 100juta tapi punya utang 200juta? Hebat banget tuh yang punya usaha. Punya bakat jadi koruptor.
.
Apa itu Hutang (Liabilities)?
Ah, gak usah njelimet pake teori2-an. Pokoknya, Hutang itu sesuatu yang harus kita bayar nantinya. Dah.. Masa hutang gak ngerti. Padahal sering ngutang diwarteg sebelah.
.
Apa itu Modal (Equity)?
Modal itu setoran dari pemilik. Dah gitu aja. Mau pemiliknya 1 orang, 10 orang, 100 orang gak masalah.
.
Udah, gak usah dipusingin pengertian-pengertian di atas. Yang perlu diingat dari rumus dasar akuntansi adalah:
1. Kita anggap aja, “=” ( sama-dengan ) sebagai pembatas sisi kiri dan sisi kanan. Jadi, sisi kiri adalah Aset dan sisi kanan adalah penjumlahan Hutang dan Modal. Dan yang perlu diingat: Total sisi kiri dan total sisi kanan, harus sama! Ya iyalah.. Kan tanda-nya “sama-dengan”. Ya harus sama donk..
2. Kalo transaksi kita membuat sisi kiri bertambah, maka kita harus memberi label Debet. Sedangkan kalo membuat berkurang, maka kita beri label Kredit.

3. Kalo transaksi kita  membuat sisi kanan bertambah, maka harus memberi label transaksi kita dengan Kredit. Sedangkan kalo berkurang, maka kita beri label Debet.
.

Gimana? Gak susah kan? Udah gak usah dibikin bingung.. Pokoknya, cara ngingetnya adalah:  Kiri = Kanan. Trus: Kiri = debet. Dan: Kanan = Kredit.
.
Persiapan ketiga:
Sekarang waktunya kita buat kesepakatan. Tapi sebelum itu, kita ngayal sebentar.
Bayangin kita punya 3 amplop besar. Masing-masing amplop, kita beri nama Kantong Makan, Kantong Transport dan Kantong Tabungan.
Dan tiba-tiba kita dapat uang 900 ribu rupiah kontan (terserah mo dibayangin dapat dari mana). Selanjutnya, uang tersebut kita bagi 3 dan kita masukkan ke masing-masing kantong sehingga masing-masing berisi 300 ribu.
Suatu ketika, Kantong Makan sudah habis sedangkan kita sangat lapar. Sedangkan di Kantong Tabungan masih lengkap 300 ribu. Karena kita harus makan, maka kita meminjam uang dari Kantong Tabungan 100 ribu.
Dan supaya kita tidak lupa, maka kita menulis di Kantong Tabungan: Diambil 100 ribu.
Disaat yang sama, kita menulis di Kantong Makan: Ditambah 100 ribu.
Dan begitu seterusnya. Setiap kita memindahkan uang dari satu kantong ke kantong lainnya, maka kita harus mencatat di kedua kantong tersebut.
Nah, begitu juga akuntansi.
Kita harus mencatat keuangan kita, sesuai kelompok peruntukannya. Dan saat kita hendak memindahkan peruntukan uang dari satu kelompok ke kelompok yang lain, maka kita harus mencatatnya di kedua kelompok peruntukan tersebut.
Dan kelompok-kelompok peruntukan itu kita sebut Perkiraan (Account). Jangan tanya kenapa namanya begitu. Gw juga gak tau siapa yang ngasih nama..
Selain nama, biar lebih gampang, Account tadi juga kita kasih nomor.
Nah.. Disinilah kesepakatan kita. Pokoknya, semua harus ikut kesepakatan ini.
.
Untuk Nama dan Nomor Account CV.SENYUM adalah:
Sisi kiri (Aset), akan memiliki Account:
100 – Kas
110 – Piutang
120 – Persediaan suku cadang
130 – Biaya sewa dibayar dimuka
140 – Peralatan
150 – Akumulasi Penyusutan Peralatan
160 – Tanah
170 – Aset Lain-lain
Sedangkan sisi kanan (Hutang dan Modal), akan memiliki account:
H U T A N G
200 – Hutang usaha
210 – Hutang bunga
220 – Hutang bank
M O D A L
300 – Modal Sendiri
301 – Prive
PENDAPATAN
400 – Pendapatan jasa
BIAYA
500 – Biaya perbaikan televisi
510 – Biaya sewa
520 – Biaya penyusutan peralatan
530 – Biaya bunga
.
Loh..!!! Kok ada tambahan PENDAPATAN dan BIAYA? Dirumus sebelumnya kan cuma Aset, Hutang dan Modal???
Tenang.. Memang ada tambahan PENDAPATAN dan BIAYA. Tapi sebenernya, dua ini cuma Account sementara dan sebenarnya bagian dari MODAL.
Anggap aja seperti kantong celana lah. Tempatnya duit itu kan di-brangkas atau laci rumah. Nah, karena kita mau jalan-jalan naik bis, maka untuk sementara, duit modal jalan-jalan, kita simpan di kantong celana. Nanti, kalo sudah sampai rumah, duit sisanya (kalo ada sisa ya), kita balikin lagi ke brangkas/laci.
Nah, brangkas/laci tadi itu anggap aja Account MODAL. Sedangkan  kantong celana itu, PENDAPATAN dan BIAYA.
Oke??? Gimana? Clear kan persiapan ketiga kita.. Mesti di-inget-inget neh.. Jangan lupa..
.
Ntar dulu. Prive itu apaan?
Oh.. itu account yang nunjukin berapa jumlah modal yang ditarik oleh pemilik.
Tahap persiapan belajar sudah selesai! Begitu pula artikel bagian 1, juga selesai.
Berikutnya, CV. SENYUM kita, akan melakukan beberapa transaksi. Nah, di bagian 2, kita akan belajar memasukkan Transaksi-transaksi CV. SENYUM ke sebuah buku catatan yang disebut Jurnal.

Dasar-dasar Ilmu Akuntansi (Laporan Keuangan)

Pada artikel sebelumnya saya telah menulis tentang Rumus Dasar Dari Laporan Keuangan (Akuntansi) yaitu berupa rumus sederhana. Dan pada posting kali ini kita akan mencoba memahami dasar-dasar dari kegiatan akuntansi itu.

Akuntansi biasa juga di sebut pembukuan. Dalam arti kata membukukan segala kegiatan transaksi perusahaan yang berhubungan dengan uang (Dana) baik yang masuk ataupun yang keluar selain itu juga membukukan berbagai transaksi yang bersifat memiliki nilai harga.

Pada Dasarnya ketika kita akan memulai sebuah kegiatan pembukuan maka yang pertama kali di catat adalah harta dan modal dalam posisi balance. Berikut ini adalah pencatatan dari kegiatan pembukuan (Akuntansi)

Contoh Kasus !
Pak jono berencana membuka sebuah Toko dengan modal dana Tunai sebesar Rp. 20.000.000. Maka Transaksi awal dalam pembukuan adalah sebagai berikut :

101 Kas .........................Rp 20.000.000 (Debet)
501 Modal .................................................... Rp. 20.000.000 (Kredit)

Contoh Kasus Kedua 
Par Armin telah memiliki toko kelontong dan ingin membuat sebuah kegiatan pencatatan akuntansi (Laporan Keuangan) Pada toko miliknya. Pak Armin Memasukkan bangunan Toko dan Tanah serta semua isi dalam tokonya sebagai modal awalnya.

Setelah Dihtung maka nilai semuanya adalah
Uang tunai hasil penjualan Rp. 1.000.000
Barang Dagangan Rp. 15.000.000
Inventaris (Kaca dan Etalase) Rp. 7.000.000
Bangunan Rp. 25.000.000
Tanah Rp. 50.000.000

Dari contoh kasus ini maka transaksi pencatatan adalah sebagai berikut :

- Kas                                         Rp.1.000.000 (Debet)
- Persediaan Barang Dagangan   Rp. 15.000.000 (Debet)
- Inventaris Toko                       Rp. 7.000.000 (Debet)
- Bangunan Toko                       Rp. 25.000.000 (Debet)
- Tanah                                      Rp.50.000.000 (Debet)
- Modal Awal                          ......................................... Rp. 98.000.000 (Kredit)

Jadi dasar akuntansi itu sangat mudah, apalagi untuk memulai sebuah kegiatan akuntansi dapat di pahami dengan rumus sederhana yaitu "Harta = Utang + Modal"

Jumat, 22 Januari 2016

Fungsi dan Bidang-Bidang Akuntansi

engertian akuntansi

Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi  tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk:
  • Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
  • Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
  • Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
  • menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari bank atau pihak lain
  • Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
  • Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.
Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.
Didalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus dimana perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta peraturan pemerintah. Adapun bidang-bidang akuntansi yang telah mengalami perkembangan antara lain sebagai berikut:
  1. Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik dan kreditor.
  2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)  merupakan suatu bidang yang menyangkut pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.
  3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.
  4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi perusahaan yang akan terjadi.
  5. Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi yang direncanakan.
  6. Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba (Non profit Accounting) merupakan bidang yang mengkhususkan diri dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan yang tidak mencari laba seperti organisasi keagamaan dan yayasan-yayasan sosial.
  7. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidanng yang menekankan penentuan dan pemakaian biaya serta pengendalian biaya tersebut yang pada umumnya terdapat dalam persahaan industri.
  8. Sistem Akuntansi (Accounting System) meliputi semua tehnik, metode dan prosedur untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dalam rangka memperoleh pengendalian intern yang baik, dimana pengendalian intern merupakan suatu sistem pengendalian yang diperoleh dengan adanya struktur organisasi yang memungkinkan adanya pembagian tugas dan sumber daya manusia yang cakap dan praktek-praktek yangn sehat.
  9. Akuntansi Sosial (Social Accounting) merupakan bidang yang terbaru dalam akuntansi dan yang paling sulit untuk diterangkan   secara singkat, kerena menyangkut dana-dana kesejahteraan masyarakat.
Sebagai suatu sistem, didalam akuntansi terdapat beberapa asumsi atau konsep dasar. Asumsi dasar tersebut antara lain:
A.   Kesatuan Usaha (Business Entity)
Konsep ini menganggap bahwa aktiva suatu perusahaan terpisah dari aktiva pribadi orang yang menyediakan aktiva (modal) yang dipergunakan dalam perusahaan tersebut. Dalam akuntansi, pengertian konsep kesatuan usaha, utang dan biaya pribadi pemilik akan dikeluarkan dari pembukuan perusahaan walaupun aktiva, utang dan pendapatan perusahaan tersebut dimiliki olehnya sendiri atau dengan kata lain segala utang dan biaya pribadi harus diperhitungkan terpisah dari perusahaan.
B.   Perusahaan Berjalan (Going Concern)
Dalam konsep ini diasumsikan perusahaan didirikan untuk jangka waktu yang ditentukan misalnya di Indonesia untuk perusahaan yang berbentuk PT masa berdirinya adalah 75 tahun, yaitu adanya anggapan bahwa selama satu kesatuan usaha masih menguntungkan, maka dia dapat berjalan terus selama waktu yang tidak terbatas.
C.   Periode Akuntansi (Time Periods)
Mempertimbangkan akan banyaknya berbagai keputusan mengenai jalannya operasi perusahaan, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan selama berlangsungnya operasi perusahaan maka jangka waktu pembuatan laporan yang umum adalah satu tahun.
D.   Satuan Uang (Money Measurement)
Semua transaksi perusahaan dicatat dalam satuan uang, yaitu sesuatu perubahan aktiva dapat diukur dengan stuan tertentu.
E.   Harta Perolehan (Costing of Assets)
Seluruh aktiva pada umumnya dibukukan sebesar harga perolehannya.
F.   Aspek Ganda (Dual Aspect)
Setiap pencatatan suatu kejadian atau transaksi akan berpengaruh pada sedikitnya dua akun perkiraan dalam pembukuan.
G.   Konsep Akrual (Accrual Concept)
Konsep ini berkaitan dengan perhitungan laba/rugi perusahaan yang menekankan suatu kejadian pada suatu periode tertentu baik merupakan biaya maupun hasil.